“PERGILAH dariku,wahai tumila”itulah
ungkapku dengan penuh kesal melihat hewan itu mengisap darahku”Bagaimana
ini,aku gagal lagi menangkap hewan hitam itu?”
ini kisahku 3 tahun yang lalu,saat
mukaku yang imut mulai berteman dengan si Hitam dia adalah tumila,tepatnya jam
22.00 ,langkahku menuju lantai hitam.Aku selalu terganggu oleh sosok hewan yang
membuatku menjadi “Anggry”,kutunjukan kekuatannku untuk menangkapnya,Namun warna lantai yang gelap
mengarahkanku untuk meniggagalkan pencarian hewankeciil itu!yang selalu menggangguku,terlebih
detik-detik waktu tidurku atau pengganggu
kenyamanan mimpiku,hewan itu adalah TUMILA,
“Siapa yang tidak tahu
TUMILA?”ungkapku dengan datar
Tumila adalah sesosok hewan keci l
yang selalu berkeliaran di ruangan yang mereka sukai untuk menyesuaikan
hidupnya.perlu diketahui menurutku Tumila sering kali selalu ada disetiap
pesantren-pesantren,yang tepatnya di semua kobong-kobong,termasuk kobongku
Diriku yang akan terlelap gagal masuk
dalam mimpi tidurku.Tanganku yang panjang mengusap –usap anggota tubuhku yang
terisap darah tumila.Tidur yang mulai gelisah.
“Beri aku obat Ozan,aku butuh obat
mengatasi hitam Tumila itu”ungkapku penuh kesal
Namun apadaya,semua orang yang ada
dikobong tidak mendengarkanku,yah..mereka sudah tertidur pulas,tinggal aku yang
tak bisa pejamkan mata ini,Akhirnya aku memilih untuk bergadang.
Rembulan bersinar terang diatas
kobong Alzima,hingga semuanyapun bangun dan mulai beraktifitas,bersiap-siap
mandi dan pergi belajar mengaji tentang Akhlak
Diakhir penjelasan akhlak Ustad
Ramdhan berpesan “Semua itu Nikmat,Digigit Tumilapun Juga Nikmat”Karena Tumila
itu mengisap darah kotor kita,Jadi tumila dan darah manusia itu saling
menguntungkan satu sama lain”Ungkap Pak ustad dengan penuh senyuman.
Para santripun mulai ketawa dan banyak yang berkomentar,hingga aku dan anak
kobongkupun mulai berjalan menuju kobong Alzima.Tiba-tiba..
“Awas...”ungkap Ozan menyemprot
kobong dengan teliti.
Selsailah anggota kobong Alzima
membasmi tumila,hingga saat menjelang malam datang.Jadwal tidurpun tiba.Kamipun
tertidur dengan nyaman.
Tiba-tiba 15 menit kemudian ada satu
tumila yang mengisap darahku,
“Alhamdulillah cuman satu
tumila.Teruskanlah Kau sedot darah kotorku ini”ujarku dengan senyum,meski
rasanya gak nyaman tapi semua itu nikmat hhe ,digigit tumilapun juga nikmat.Karena
tumila adalah berkah pembawa darah kotorku ini.
Sahabat onlineku semua, semoga ceritaku ini bermanfaat ya, terimakasih sudah membaca tulisannku, jangan lupa bahagia dan tersenyum ya sahabat onlineku. Sampai Jumpai di episode berikutnya.
ig: Syifa__2021
tiktok : konselormudasyifa
youtube : konselormudasyifa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar