Senin, 31 Mei 2021

SEMUA ITU NIKMAT, DIGIGIT TUMILAPUN NIKMAT


“PERGILAH dariku,wahai tumila”itulah ungkapku dengan penuh kesal melihat hewan itu mengisap darahku”Bagaimana ini,aku gagal lagi menangkap hewan hitam itu?”

ini kisahku 3 tahun yang lalu,saat mukaku yang imut mulai berteman dengan si Hitam dia adalah tumila,tepatnya jam 22.00 ,langkahku menuju lantai hitam.Aku selalu terganggu oleh sosok hewan yang membuatku menjadi “Anggry”,kutunjukan kekuatannku untuk  menangkapnya,Namun warna lantai yang gelap mengarahkanku untuk meniggagalkan pencarian hewankeciil itu!yang selalu menggangguku,terlebih detik-detik waktu  tidurku atau pengganggu kenyamanan mimpiku,hewan itu adalah TUMILA,

“Siapa yang tidak tahu TUMILA?”ungkapku dengan datar

Tumila adalah sesosok hewan keci l yang selalu berkeliaran di ruangan yang mereka sukai untuk menyesuaikan hidupnya.perlu diketahui menurutku Tumila sering kali selalu ada disetiap pesantren-pesantren,yang tepatnya di semua kobong-kobong,termasuk kobongku

Diriku yang akan terlelap gagal masuk dalam mimpi tidurku.Tanganku yang panjang mengusap –usap anggota tubuhku yang terisap darah tumila.Tidur yang mulai gelisah.

“Beri aku obat Ozan,aku butuh obat mengatasi hitam Tumila itu”ungkapku penuh kesal

Namun apadaya,semua orang yang ada dikobong tidak mendengarkanku,yah..mereka sudah tertidur pulas,tinggal aku yang tak bisa pejamkan mata ini,Akhirnya aku memilih untuk bergadang.

Rembulan bersinar terang diatas kobong Alzima,hingga semuanyapun bangun dan mulai beraktifitas,bersiap-siap mandi dan pergi belajar mengaji tentang Akhlak

Diakhir penjelasan akhlak Ustad Ramdhan berpesan “Semua itu Nikmat,Digigit Tumilapun Juga Nikmat”Karena Tumila itu mengisap darah kotor kita,Jadi tumila dan darah manusia itu saling menguntungkan satu sama lain”Ungkap Pak ustad dengan penuh senyuman.

Para santripun mulai ketawa dan  banyak yang berkomentar,hingga aku dan anak kobongkupun mulai berjalan menuju kobong Alzima.Tiba-tiba..

“Awas...”ungkap Ozan menyemprot kobong dengan teliti.

Selsailah anggota kobong Alzima membasmi tumila,hingga saat menjelang malam datang.Jadwal tidurpun tiba.Kamipun tertidur dengan nyaman.

Tiba-tiba 15 menit kemudian ada satu tumila yang mengisap darahku,

“Alhamdulillah cuman satu tumila.Teruskanlah Kau sedot darah kotorku ini”ujarku dengan senyum,meski rasanya gak nyaman tapi semua itu nikmat hhe ,digigit tumilapun juga nikmat.Karena tumila adalah berkah pembawa darah kotorku ini.

Sahabat onlineku semua, semoga ceritaku ini bermanfaat ya, terimakasih sudah membaca tulisannku, jangan lupa bahagia dan tersenyum ya sahabat onlineku. Sampai Jumpai di episode berikutnya.

ig: Syifa__2021

tiktok : konselormudasyifa

youtube : konselormudasyifa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar