KETIKA PILIHAN MENJADI BERKAH
BEGITULAH, belakangan ini aku selalu merasa bimbang, perasaan tak karuhan, hatiku terus berkata, Kaya orang yang berperang. Tapi aku ragu untuk memilih semua ini. Ku teliti satu persatu kemauan egoku di muka bumi ini, namun hasilnya tidak ada jawaban yang menancap di hatiku. Meskipun begitu,mengapa hati ini terus berkata, pikiran yang selalu terikat dalam hayalan terlebih anggota tubuhku selalu bereaksi tentang permasalahanku. Aku bagaikan orang yang gelisah oleh pikiran-pikiran yang tak tertuliskan. Apakah akal pikiranku ini bisa menjawab semua pertanyaanku?apakah aku akan bahagia dengan pilihanku?ungkapku dalam hati..
Akhirnya ku tentukan pilihan hidupku
diantara dua pilihan.
Tahun 2004,inilah kami disuruh menentukan
pilihan “Pindah rumah”
“Tetap tinggal disini atau pindah rumah ?”ungkap
orang tuaku dengan penuh ketenangan.
“aku,akan mencoba melangkah hal yang
baru”.ungkapku dengan penuh harapan
“iya..kami akan pindah ke Pasir
batang”ungkap anggota yang lainnya
“Alhamdulillah,semuanya setuju,kalo begitu
1 minggu lagi kita langsung pindah ke rumah yang baru”.Ungkap bapaku dengan
tegas.
Satu minggupun berjalan,Akupun mulai
sedih,karna bukan hanya rumah yang pindah tapi pendidikankupun harus
pindah.berpisah bersama teman-teman,guru,guru,dan sebuah kenangan.Saat itu juga
hatiku mencoba untuk menyemangati diriku sendiri”ya..aku baik-baik saja.ini
adalah proses,langkah yang baru,semoga barakallah”ungkapku dalam hati.
Kuikhlaskan semuanya,dan mulailah aku
menjalani hari-hari baru.Saat itu aku pindah sekolah dasar kelas 4,di Pasir Batang Manonjaya kabupaten Tasikmalaya.
Rumah yang cukup luas,dan
strategis.didepannya ada masjid.yang senantiasa tiap hari selalu ku dengar
suara adzan,sholawatan,pengajian,dan pengumumaan.Alhamdulillah pilihanku
tinggal dirumah baru itu penuh dengan berkah,terlebih banyak aktifitas positif
yang bisa kulakukan dikampungku itu,mulai dari sekolah agama,pengajian,belajar
ngajar,dll.
Lanjut ke pilihanku untuk pindah dan
melanjutkan sekolah kelas 4 di SDN 4
CILANGKAP. Alhamdulillah aku disana meningkat dari yang dulu baik dalam segi
pendidikan,nilai rapot,pertemanan,bakat dll.
Tahun 2009 ,akupun memilih pendidikanku ke
MTs Bahrul Ulum,itu adalah tempat ibuku mengajar.nilaiku Alhamdulillah tidak mengecewakan,aku
selu mendapatkan rangking 10 besar. Banyak cerita kisah kasih disekolah bersama
teman-teman,guru-guru dll. diantaranya aku dan ibuku,juga banyak ilmu yang
berkah kudapatkan disana.tentang permasalahanku saat duduk di Mts sebelumnya
aku belum bisa beradaptasi,belum fokus untuk menghadapi kenyataan,timbul rasa
sedih,kecewa,hingga sampei baper deh.tapi alhamdulillah semuanya bisa
kuselsaikan dengan good.Apasih solusinya yah dengan berfikir (rasional,ilmu dan
lanjutkan)tak keluar dari ajaran agama.
Pokoknya kembali pada niatnya
masing-masing.lurusi dulu niat kamu.Dan pikirkan apa tujuan dan
visimu.Lanjutkan deh..
Tahun 2013,inilah pilihanku masuk di MAN
SUKAMANAH sambil nyantri di Pesantren KHZ.Musthofa.Alhamdulillah semuanya bisa
terwujud.
Dari kaca mata pengamatanku,selama aku
berpengalaman disana itu semuanya yang kupilih itu berkah,yaps seperti es
campur itulah perasaanku ada sakit,sedih,senang,dll.Salah satu guru yang ku
kagumi brliau Pak Atam berkata “semuanya itu nkmat digegel ku tumila ge
nikmat”inilah ruang kehidupan pesantren Ada menjadi tidak ada,dan Tidak ada
menjadi Ada,hmm Mustahil menjadi Nyata itu semua yang ku rumusi menjadi “ALHAMDULILLAH NIKMAT and INNALILLAHI WA INNA
ILAIHI RAJIUN”ku ikhlaskan dengan hikmah pembawa berkah.
Tepat pada tahun 2014,adalah pengubahan jurusanku yang pertama menjadi yang
kedua.Pilihan IPS menjadi Keagamaan.Dasyat kan,hhe.Tak kupikir olehku bisa
ngambil jurusan Agama,yang dulu aku selalu ngajakin temen-temen buat masuk
ips,sampe-sampe semua temen sekelasku,dan kebanyakan temen pesantren tahu aku
akan masuk ips,hehe itulah saat ku duduk di bangku kelas 10,solusinya itu
deketin Allah,berdoa dan iktiar.Tentunya melaksanakan sholat Istiharah.InsyaAllah
Allah akan menjawab semua pertanyaan mu itu.
Contohnya saja lewat mimpiku dan berkat ridho
dari orang tua,dan nasihat Kakak keduaku
yang telah menerjunkanku ke program jurusan agama.Dulu Program IPS yang selalu
ku Kobarkan,yah beginilah Semangat Sekuat apapun itu tak akan menembus benteng
takdir,Toh kalo udah takdir mau digimanain lagi,aku terima saja dengan syukurku
kepada_Nya .Toh Allah tuh MAHA SEGALANYA DAN ALLAH MAHA MENGETAHUI.Tersenyumlah dan terus berhusnudhan kepada_NYA.
Tahun 2015 adalah detik-detik puncak KEGALAUANKU banyak cerita yang penuh dengan perjuangan yang semuanya tak bisa ku tuliskan.Terima kasih teruntuk orang yang menyakitiku,semuanya akan ku ikhlaskan karena Allah. Dan semua permasalahnnku ini ..”semuanya tergantung pada Niat nya”.Yah..inilah aku yang akan berusaha mengikhlaskan semuanya. Sahabatku semua inilah sedikit diantaranya kuberbagi pengalamanku ini semoga bisa berkah..aamiin
Ku ceritakan di Tahun 2015 penuh dengan tangisan kekecewaan,sakit dll.solusi dari semua itu adalah husnudhon kepada Allah dan berusaha menemukan jawaban yang tepat tentang apa yang kita tidak ketahui.Contohnya melalui pendekatan,komunikasi,dan unsur-unsur yang mengandug positip.”Ketika ada orang yang menyakitimu,doakan agar dia dikasih petunjuk oleh Allah dan semoga tidak dikeraskan hatinya,anggap omongan,fitnah,yang merajarela terhadapmu itu adalah upaya Syetan,untuk menjerumusimu masuk keperangkapnya,jadi senyumin aja buat ide untuk mengalahkan perangkap syetan.So..namaku syifa adalah obat,jadi..aku akan mengobati orang-orang yang membutuhkanku, lagi kosang hati,sakit hati dan rasa galau...sampe putus cinta..deh hhe
Waktupun berjalan,mataharipun mulai
condong ke arah barat,jam dinding menunjukan pukul 09 pagi,yah..bulan yang
berganti ditahun yang sama tepatnya tanggal 1 Agustus 2015,kami berada di kamar
3,itulah kamarku,disana aku,ibu dan kakak ku sedang bercerita.Tiba-tiba
handpone ku berdering,segeralah kakak ku yang 4 mengangkatnya,ternyata itu
telpon dari kakak ku yang ke 3.
“Assalamu’alaikum,pengumuman akhirnya
syifa keterima jurusan BKI di UIN SGD”ungkap kakak ku dengan meriah.
Saat itu aku tidak percaya apa yang
disampaikan kakaku,langsung ku ambil hanpone itu,dengan lembut
“Bagaimana,ini bukan candaan kan?atau
kepura-puraan?jawabku dengan lembut
Kakak ku pun menjelaskannya lagi,bahwa
itu sungguh benar-benar nyata.
Setelah mendengar hal itu aku langsung
nangis..saking bahagianya,air mataku tak bisa berhenti disertai dengan sedikit
ketawa.
“Alhamdulillah..Terima kaasih ya
Allah,Engkau telah menjawab do’aku,Barakallah”
Langsung ku Syujud Syukur kepada Sang Pemberi nikmat tepatnya di lantai kamar ku berada.Keluargaku pun semuanya mendoakanku dan memberikan selamat,dan Alhamdulillah aku dikasih traktiran oleh keluarga,terlebih aku bahagia karna bisa masuk Universitas Negeri,karna itu adalah pilihanku, kata bapakku”semua anak-anaknya harus kuliah di universitas Negeri.dan Alhamdulillah aku bisa buktiin bahwa aku bisa mewujudkan semua itu.kalo engk keterima di Universitas Negeri bisa-bisa aku nyoba lagi tahun depan.Inilah perjuangan dan Keberuntunganku.
Bersambung ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar